๐Ÿ™
Syalom! Damai di Hati! Selamat datang di Blog GMIM Zaitun Kiawa. Tuhan Yesus memberkati.
Beranda › MTPJ 5 - 11 Juli 2026

MTPJ 5 - 11 Juli 2026

MTPJ · Menjabarkan Trilogy Pembangunan Jemaat

5 – 11 Juli 2026

Diambil dari DODOKU GMIM

Tema Minggu Ini

Tanah Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Allah Memberkati Kita

01 Nas Pembimbing Ibrani 13: 15-16
02 Bacaan Alkitab Mazmur 67:1-8

"Tanah Telah Memberi Hasilnya, Tuhan Allah Memberkati Kita"

Alasan Pemilihan Tema

Tanah yang subur merupakan salah satu faktor penting dalam kualitas tanaman yang bertumbuh di atasnya dan menghasilkan buah yang berlimpah. Tuhan Allah mempercayakan bumi ini untuk dipelihara, dirawat dan dikelola dengan baik oleh manusia agar bermanfaat bagi keberlangsungan hidup. Dari hasil pertanian kita memperoleh berkat Tuhan Allah. Dan berkat lainnya seperti: jabatan, kekayaan, bertambah umur dan sembuh dari sakit. Berkat pasti mendatangkan sukacita dan mengucap syukur kepada Tuhan Allah. Sebagai ungkapan rasa syukur maka dipersembahkan persembahan berupa uang atau hasil panen. Tuhan Allah memberkati kita dan alam ciptaan-Nya supaya semua manusia di muka bumi dapat mengenal-Nya dan mengakui bahwa Tuhan Allah adalah sumber segala berkat. Salah satu tradisi dalam masyarakat dan gereja di tanah Minahasa adalah pengucapan syukur. Pengucapan syukur dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan Allah dengan mempersembahkan hasil panen pertanian ataupun hasil lainnya dalam usaha dan pekerjaan. Selain itu, pengucapan syukur menyimpan makna sebagai momen berkumpulnya keluarga, sahabat dan kenalan dalam mempererat tali persaudaraan. Namun tradisi pelaksanaan pengucapan syukur yang masih dipertahankan ini sering menimbulkan pro dan kontra dalam penerapannya. Biasanya dalam pengucapan syukur orang Kristen membawa sebagian hasil panen kepada Tuhan Allah, tetapi mulai bergeser maknanya seolah-olah pengucapan syukur hanya terfokus pada pesta pora yang berlebihan, bukan lagi mempersembahkan sebagian hasil yang diperoleh dari pertanian, usaha dan pekerjaan sesuai profesi untuk kemuliaan Tuhan Allah. Terkesan menghambur-hamburkan uang padahal dengan susah payah memperolehnya. Pengucapan syukur tetap relevan untuk dilakukan dengan motivasi teologis bahwa kita menerima berkat karena Tuhan Allah yang memberkati kita lewat segala usaha kerja kita. Dan kita tidak lupa berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan Allah pemberi berkat. Pengucapan syukur juga adalah sarana untuk memperkuat persaudaraan dalam masyarakat dan jemaat. Untuk perenungan di minggu ini diberi tema: “TANAH TELAH MEMBERI HASILNYA, TUHAN ALLAH MEMBERKATI KITA”.

Pembahasan Teks Alkitab

Kitab Mazmur menurut para ahli ditulis oleh berbagai tokoh dalam waktu yang sangat panjang, yaitu mulai dari zaman Musa sampai ketika bangsa Israel keluar dari pembuangan. Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut “Tehillim” ืชְּื”ִืœִּื™, yang berarti “puji-pujian”. Setiap mazmur individu disebut mizmor ืžִื–ְืž, yang berarti “nyanyian” atau “lagu” yang dinyanyikan bersama dengan iringan musik. Dalam bahasa Indonesia disebut “ Mazmur”, terjemahan dari bahasa Yunani “Psalmos”.

Mazmur 67 merupakan sambutan atas berkat yang diucapkan imam. Ayat 7 “tanah telah memberi hasilnya”, maka jelaslah bahwa Mazmur ini diucapkan sebagai ungkapan syukur sesudah panen, akan tetapi bukan gandum dan anggur yang menjadi alasan utama memuji Tuhan Allah, melainkan kehadiran-Nya di tengah-tengah umat-Nya yang memberkati segala bangsa. Pujian ini diungkapkan dalam ibadah di Bait Suci Yerusalem (Mzm. 24), dalam kesadaran bahwa berkat yang Tuhan Allah berikan, bukan hanya kepada Abraham, (Kej. 12:3; Yes. 41:8-10), melainkan juga untuk segenap bangsa.

Ayat 1-3, ayat 1 menunjuk kepada pemimpin musik dan dinyanyikan dengan iringan kecapi. Ayat ini memberikan petunjuk tentang bagaimana mazmur ini harus dibawakan dalam ibadah, yaitu dengan musik dan nyanyian. Kalimat kiranya Tuhan Allah mengasihani kita adalah seruan doa permohonan, “Kasihani” istilah khas doa permohonan. Subjek “kita” jelas merujuk pada Israel. Ayat ini memohonkan berkat bagi Israel agar “jalan” dan “keselamatan” Tuhan Allah di kenal di antara bangsa-bangsa. Tuhan Allah tidak hanya mengirim berkat, tetapi bersama Israel yang terungkap lewat doa dengan kalimat: “Kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya,” artinya Tuhan Allah hadir dengan terang-Nya maka orang-orang yang tinggal dalam kegelapan pun akan melihat terang-Nya, dengan demikian mereka selamat.

Ayat 4, Bangsa-bangsa diajak bersyukur kepada Tuhan Allah. Bangsa yang dimaksud adalah “am” (seakar dengan kata Indonesia-Arab “umat”), seperti umat Israel sendiri, karena merekapun mengalami dan mengakui karya keselamatan yang Tuhan Allah lakukan bagi mereka. Dalam ayat ini kata bersyukur dalam kata kerja ibrani (ื™ָื“ָื” Yadah) (bersyukur/ memuji), biasa terdengar dalam doa orang yang telah dikaruniai apa yang mereka minta atau yang telah diberi janji bahwa Tuhan Allah akan menolong mereka. Kata kerja ini terdapat dalam perintah “nyanyikanlah syukur” dan digunakan sejajar dengan “pujilah Tuhan” (haleluya), di mana kebaikan Tuhan Allah di masyurkan (Mzm 136). Langit, bangsa-bangsa serta raja-raja, mereka semua yang Tuhan Allah jadikan dan selamatkan itu, diajak memuji-Nya“ karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib kepada manusia”.

Ayat 5. Tindakan Tuhan Allah disambut dengan syukur bahkan dengan sukacita dan sorak-sorai karena: Tuhan Allah mengadili (dalam arti “memerintah”) dengan adil (ay 5). Kata kerja Ibrani yang sama “syafat”, karena arti yang sebenarnya adalah “memulihkan kesejahteraan.” Dan dapat diterjemahkan dengan “memberi keadilan”. Dengan kata lain bangsa-bangsa akan bersorak-sorai karena Tuhan Allah menyatakan diri-Nya sebagai Raja yang adil yang memelihara kesejahteraan dan mewujudkan keadilan di bumi, sama seperti Ia memerintah dan memimpin umat-Nya menyeberangi padang gurun. Dan berkat yang Tuhan Allah berikan kepada umat keturunan Abraham itu diluaskan kepada umat manusia seluruhnya.

Ayat 6-8. Pemazmur mengulangi doanya dalam ay 6. Doa dan harapan pemazmur menghentar segala bangsa untuk mengucap syukur atas segala berkat Tuhan Allah kepada ciptaan-Nya. Kesejahteraan yang Tuhan Allah berikan terlihat dalam panen yang berlimpah yang merupakan bukti tanda berkat Tuhan Allah, “tanah telah memberi hasilnya” ayat 7. Dan ayat 8 menunjuk “kita”, Israel yang kini bergerak melampaui Israel menuju sukacita atas kedaulatan Tuhan Allah yang lebih besar. Ajakan pemazmur untuk menikmati berkat menjadi nyata dalam kelimpahan panen serta hasil bumi yang lain. Sehingga bangsa yang paling jauh mengetahuinya, mengerti siapakah Tuhan Allah Israel itu. Dan takut akan Dia, yaitu bangsa yang menghormati Dia dan mengakui-Nya sebagai Tuhan Allah.

Makna dan Implikasi Firman

1. Berkat-berkat Tuhan Allah yang melimpah tanpa disertai pemahaman iman yang tepat tentang misi-Nya bagi dunia, dapat menjadi jerat yang membahayakan dalam kehidupan rohani kita. Efek kelumpuhan dari jerat itu akan lebih dirasakan apabila di dalamnya diracuni dengan keegoisan yang hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan hidup pribadi. Mengucap syukur merupakan dasar bagi umat Tuhan Allah untuk menjadi saksi keselamatan kepada segenap bangsa, agar mereka dapat melihat dan merasakan kesejahteraan. Nyata juga saat manusia mengenal jalan Tuhan Allah dan percaya kepada-Nya sebagai sumber berkat dan kehidupan.

2. Tuhan Allah mengasihani dan memberkati umat-Nya agar jalan-Nya dikenal di seluruh bumi dan keselamatan-Nya di ketahui oleh segala bangsa. Berkat dan kasih Tuhan Allah yang meluas dapat membawa sukacita, bahkan menginspirasi bangsa-bangsa lain untuk memuji dan menyembah Tuhan Allah.

3. Tuhan Allah memberikan kedamaian dan kesejahteraan melalui hasil tanah yang diberkati supaya semua bangsa dapat melihat siapakah Tuhan Allah yang disembah oleh bangsa Israel. Tak ada allah lain yang mampu memberikan keadilan, kedamaian dan tetap memberkati umat selain Tuhan Allah yang disembah bangsa Israel.

4. Tuhan Allah adalah sang pencipta. Dia menyediakan segala apa yang dibutuhkan manusia. Karena itu Tuhan Allah memerintah manusia untuk mengolah, merawat dan memelihara ciptaan-Nya agar dapat menikmati hasilnya dan hidup sejahtera.

5. Mengucap syukur bukan sekadar ungkapan terima kasih karena sukses dari pekerjaan atau usaha, tetapi merupakan sikap hidup yang mengakui kebaikan dan kasih karunia Tuhan Allah dalam segala aspek kehidupan. Ini mencerminkan sikap hati yang benar terhadap Tuhan Allah dalam segala berkat-Nya.

Pokok-Pokok Doa

- Agar warga gereja bersyukur untuk segala berkat Tuhan Allah dan menjadi berkat bagi sesama.

- Mengucap syukur untuk pekerjaan dan usaha kita di berkati Tuhan Allah .

- Pemerintah dan Gereja dalam membangun bangsa Indonesia adil, makmur dan sejahtera.

Tata Ibadah yang Diusulkan

HARI MINGGU BENTUK I

Atribut yang Akan Dipakai

Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang

Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati.

✦ JEMAAT GMIM WILAYAH KAWANGKOAN

Bersekutu, Bersaksi,& Melayani

Blog resmi Jemaat GMIM Zaitun Kiawa — wadah informasi, renungan, dan kabar pelayanan bagi keluarga besar jemaat di Kiawa dan sekitarnya.

“HIDUPLAH SEBAGAI TERANG YANG MEMBUAHKAN KEBAIKAN, KEADILAN DAN KEBENARAN.”

— Efesus 5 : 8b - 9

☩ Ibadah Minggu Ini

MINGGU
Ibadah Umum Subuh
06:00 — 07:30 WITA · Gedung Gereja
MINGGU
Ibadah Sekolah Minggu & Ibadah Umum
09:00 — 10:30 WITA · Ruang Anak & Gedung Gereja
SELASA
Ibadah Kolom
18:00 — 19:00 WITA · Rumah Jemaat
JUMAT
Ibadah Kolom
18:00 — 19:00 WITA · Rumah Jemaat
847
Jiwa Jemaat
214
Kepala Keluarga
8
Komisi Pelayanan
1934
Tahun GMIM Berdiri
● Acara: GMIM Zaitun Kiawa ● GMIM Zaitun Kiawa ● GMIM Zaitun Kiawa ● Acara: GMIM Zaitun Kiawa ●GMIM Zaitun Kiawa ●GMIM Zaitun Kiawa
Live Stream

Ibadah Sedang Berlangsung

Kabar Jemaat

Informasi & Kegiatan Terbaru

JADWAL TETAP

Jadwal Ibadah Jemaat

Semua jadwal ibadah reguler dan komisi. Hadir dan bersekutu bersama dalam kasih Kristus.

๐ŸŒ…

Ibadah Minggu

Ibadah umum seluruh jemaat

06:00
Ibadah Umum SubuhGereja · semua warga jemaat
09:00
Ibadah Umum PagiGereja · semua warga jemaat
09:00
Ibadah Sekolah MingguKonsistori · usia 4–12 tahun
๐ŸŒ™

Ibadah Minggu Berjalan

Ibadah Kolom dan Lainnya.

Senin
Ibadah Kolom18:00 WITA · bergilir di rumah jemaat
Rabu
Ibadah Kolom18:00 WITA · bergilir dirumah jemaat
Jumat
Ibadah Kolom18:00 WITA · bergilir di rumah jemaat.
๐Ÿ‘ด

Ibadah Komisi Khusus

BIPRA, WKI, PKB dan Lansia

Sabtu
Ibadah Lansia (KPAS)09:00 WITA · Balai Pertemuan
Sabtu
PKB15:00 WITA · Gedung Utama
Sabtu
WKI15:00 WITA · Gedung Utama
✨

Ibadah Khusus

Sakramen & Peringatan Gerejawi

Triwulan
Perjamuan KudusJadwal menyesuaikan Kalender GMIM
Tahunan
Baptisan KudusPendaftaran ke Sekretariat Jemaat
Natal
Ibadah Perayaan Natal24–25 Desember · Gedung Utama
PENGURUS

Majelis Jemaat

Para pelayan khusus yang memimpin dan melayani jemaat GMIM Zaitun Kiawa periode 2025–2028.

Pdt. Agustin Tineke Korengkeng, S.Th

Pdt. Agustin Tineke Korengkeng, S.Th

Ketua BPMJ

Pendeta
Pnt. Oldy Jemmy Suak, S.IP

Pnt. Oldy Jemmy Suak, S.IP

Wakil Ketua

Penatua
Pnt. Ir. Victory August Immanuel Palar, M.Si

Pnt. Ir. Victory August Immanuel Palar, M.Si

Sekretaris

Penatua
Dkn. Deisye Veronita Talumantak, S.Pd

Dkn. Deisye Veronita Talumantak, S.Pd

Bendahara

Penatua
HUBUNGI KAMI

Kontak & Lokasi Jemaat

Kami siap menyambut Anda. Datang beribadah bersama atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Alamat Gedung Gereja Jl. Gereja Zaitun No. 1, Desa Kiawa, Kec. Kawangkoan Utara, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara — 95371
Nomor Telepon Sekretariat: +62 812-3456-7890 WhatsApp: +62 813-9876-5432
Jam Sekretariat Senin – Jumat: 08:00 – 14:00 WITA Sabtu: 08:00 – 12:00 WITA